Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang [email protected]

Mahasiswa Kesehatan Gigi Tunjukkan Peran Aktif dalam Demokrasi Kampus melalui Orasi Calon Pengurus BLM Poltekkes Kemenkes Kupang

05 Feb 2026
14:13 WIT

Kupang, 5 Februari 2026 – Mahasiswa Program Studi D-III Kesehatan Gigi Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun organisasi kemahasiswaan yang demokratis melalui partisipasi aktif pada kegiatan Orasi Calon Badan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Cendana Wangi Lantai 2 Direktorat Poltekkes Kemenkes Kupang ini menjadi bagian penting dalam proses regenerasi kepemimpinan mahasiswa di lingkungan Poltekkes Kemenkes Kupang.

Kegiatan dihadiri oleh Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, para Penanggung Jawab Kemahasiswaan dari seluruh jurusan, dosen, mahasiswa, panitia pemilihan, serta unsur sivitas akademika. Sebanyak dua pasangan calon BEM dan dua pasangan calon BLM memaparkan visi, misi, serta program kerja yang akan dijalankan apabila terpilih sebagai pemimpin organisasi kemahasiswaan periode 2026.

Program Studi D-III Kesehatan Gigi turut mengirimkan perwakilan terbaiknya melalui Faizah, mahasiswa Kesehatan Gigi yang maju sebagai calon Wakil Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) berpasangan dengan Elma Dainiyela Lobo dari Program Studi D-III Kebidanan. Kehadiran perwakilan Kesehatan Gigi dalam kontestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan pelayanan kesehatan gigi, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap pengembangan organisasi, kepemimpinan, serta kemajuan institusi.

Dalam orasinya, pasangan calon menyampaikan komitmen untuk membangun BLM yang lebih aspiratif, transparan, dan mampu menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dengan institusi. Berbagai gagasan inovatif disampaikan sebagai bentuk kesiapan mereka dalam mengawal aspirasi mahasiswa serta mendukung terciptanya lingkungan akademik yang kondusif.

Direktur Poltekkes Kemenkes Kupang yang diwakili oleh Wakil Direktur III, Mariana Ngundju Awang, S.ST., M.Kes., menyampaikan bahwa kegiatan orasi merupakan media pembelajaran demokrasi yang sehat bagi mahasiswa. Menurutnya, melalui kegiatan ini mahasiswa dilatih untuk berani menyampaikan ide, berpikir kritis, serta bertanggung jawab terhadap pilihan kepemimpinannya.

"Melalui orasi calon, mahasiswa dilatih untuk berani menyampaikan gagasan, berpikir kritis, serta bertanggung jawab terhadap pilihan kepemimpinannya. Seorang pemimpin harus mampu menyampaikan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak mahasiswa. Jangan memilih karena asal program studi atau daerah, tetapi pilihlah sosok yang memiliki kemampuan dan komitmen untuk membawa perubahan," ungkapnya.

Beliau juga menambahkan bahwa pengalaman berorganisasi merupakan sarana penting dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa. Dari organisasi akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang memiliki kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengambil keputusan secara bijaksana.

Keikutsertaan mahasiswa Kesehatan Gigi dalam pemilihan pengurus BLM menjadi kebanggaan tersendiri bagi Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang. Partisipasi ini mencerminkan semangat mahasiswa untuk berkontribusi tidak hanya dalam bidang pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam pengembangan tata kelola organisasi kemahasiswaan yang profesional, demokratis, dan berintegritas.

Melalui kegiatan ini diharapkan proses pemilihan pengurus BEM dan BLM Tahun 2026 dapat berlangsung secara jujur, adil, dan demokratis, serta menghasilkan pemimpin mahasiswa yang mampu mengakomodasi aspirasi seluruh mahasiswa, bersinergi dengan institusi, dan mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah berpartisipasi dalam proses demokrasi kampus ini. Diharapkan semangat kepemimpinan, kolaborasi, dan pengabdian yang ditunjukkan oleh mahasiswa Kesehatan Gigi dapat terus berkembang sebagai bekal dalam menjadi tenaga kesehatan yang profesional sekaligus pemimpin yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.